Kalender Jawa 2023
Weton, tanggal Jawa, dan pranata mangsa tiap hari di 2023. Tahun Jawa 1956 Ehe berganti ke 1957 Jimawal tanggal 20 Juli.
- Libur
- Cuti bersama
- Hari ini
- Awal bulan Jawa
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Januari
Bulan iniJumadilakir sampai Rejeb 1956 Ehe
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Februari
Bulan iniRejeb sampai Ruwah 1956 Ehe
Mangsa Kapitu sampai tanggal 2, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 3, hujan mereda, petir masih sering.
Maret
Bulan iniRuwah sampai Pasa 1956 Ehe
Mangsa Kasanga sampai tanggal 25, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 26, padi menguning, kemarau mendekat.
April
Bulan iniPasa sampai Sawal 1956 Ehe
Mangsa Kadasa sampai tanggal 18, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 19, musim panen.
- 7 Wafat Yesus Kristus (Jumat Agung) Keagamaan Jumat Pon, 16 Pasa
- 19 Cuti Bersama Idul Fitri Cuti bersama Rabu Kliwon, 28 Pasa
- 20 Cuti Bersama Idul Fitri Cuti bersama Kamis Legi, 29 Pasa
- 21 Cuti Bersama Idul Fitri Cuti bersama Jumat Pahing, 30 Pasa
- 22 Hari Raya Idul Fitri 1444 H Keagamaan Sabtu Pon, 1 Sawal
- 23 Hari Raya Idul Fitri 1444 H Keagamaan Minggu Wage, 2 Sawal
- 24 Cuti Bersama Idul Fitri Cuti bersama Senin Kliwon, 3 Sawal
- 25 Cuti Bersama Idul Fitri Cuti bersama Selasa Legi, 4 Sawal
Mei
Bulan iniSawal sampai Sela 1956 Ehe
Mangsa Dhesta sampai tanggal 11, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 12, pagi terasa dingin.
Juni
Bulan iniSela sampai Besar 1956 Ehe
Mangsa Saddha sampai tanggal 21, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 22, daun berguguran, kemarau dimulai.
- 1 Hari Lahir Pancasila Nasional Kamis Pon, 12 Sela
- 2 Cuti Bersama Waisak Cuti bersama Jumat Wage, 13 Sela
- 4 Hari Raya Waisak 2567 BE Keagamaan Minggu Legi, 15 Sela
- 28 Cuti Bersama Idul Adha Cuti bersama Rabu Kliwon, 9 Besar
- 29 Hari Raya Idul Adha 1444 H Keagamaan Kamis Legi, 10 Besar
- 30 Cuti Bersama Idul Adha Cuti bersama Jumat Pahing, 11 Besar
Juli
Bulan iniBesar 1956 Ehe sampai Sura 1957 Jimawal
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Agustus
Bulan iniSura sampai Sapar 1957 Jimawal
Mangsa Kasa di tanggal 1, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo tanggal 2 sampai 24, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 25, puncak kemarau, sumur mengering.
September
Bulan iniSapar sampai Mulud 1957 Jimawal
Mangsa Katiga sampai tanggal 17, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 18, mata air mulai terisi lagi.
Oktober
Bulan iniMulud sampai Bakdamulud 1957 Jimawal
Mangsa Kapat sampai tanggal 12, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 13, hujan pertama turun.
November
Bulan iniBakdamulud sampai Jumadilawal 1957 Jimawal
Mangsa Kalima sampai tanggal 8, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 9, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Desember
Bulan iniJumadilawal sampai Jumadilakir 1957 Jimawal
Mangsa Kanem sampai tanggal 21, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 22, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Tahun Jawa 1956 Ehe berganti ke 1957 Jimawal tanggal 20 Juli.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Tanggal Jawa dan pasaran ditulis kecil di bawah tiap tanggal, jadi 17 Agustus 2023 bisa dibaca langsung wetonnya. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.