Kalender Jawa 1964 Ehe
Tahun Jawa 1964 Ehe, 4 Mei 2030 sampai 23 April 2031, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini4 Mei sampai 2 Juni 2030
Mangsa Dhesta sampai tanggal 8, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 9, pagi terasa dingin.
Sapar
Bulan ini3 Juni sampai 1 Juli 2030
Mangsa Saddha sampai tanggal 19, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 20, daun berguguran, kemarau dimulai.
Mulud
Bulan ini2 Juli sampai 31 Juli 2030
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Bakdamulud
Bulan ini1 Agustus sampai 29 Agustus 2030
Mangsa Kasa di tanggal 1, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo tanggal 2 sampai 24, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 25, puncak kemarau, sumur mengering.
Jumadilawal
Bulan ini30 Agustus sampai 28 September 2030
Mangsa Katiga sampai tanggal 19, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 20, mata air mulai terisi lagi.
Jumadilakir
Bulan ini29 September sampai 27 Oktober 2030
Mangsa Kapat sampai tanggal 14, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 15, hujan pertama turun.
Rejeb
Bulan ini28 Oktober sampai 26 November 2030
Mangsa Kalima sampai tanggal 12, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 13, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Ruwah
Bulan ini27 November sampai 25 Desember 2030
Mangsa Kanem sampai tanggal 25, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 26, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Pasa
Bulan ini26 Desember 2030 sampai 24 Januari 2031
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sawal
Bulan ini25 Januari sampai 22 Februari 2031
Mangsa Kapitu sampai tanggal 9, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 10, hujan mereda, petir masih sering.
Sela
Bulan ini23 Februari sampai 24 Maret 2031
Mangsa Kawolu sampai tanggal 6, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 7, padi mulai berbunga.
Besar
Bulan ini25 Maret sampai 23 April 2031
Mangsa Kasanga di tanggal 1, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa tanggal 2 sampai 25, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 26, musim panen.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1964 adalah tahun Ehe, tahun ke-2 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.