Kalender Jawa 1965 Jimawal
Tahun Jawa 1965 Jimawal, 24 April 2031 sampai 11 April 2032, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini24 April sampai 23 Mei 2031
Mangsa Dhesta sampai tanggal 18, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 19, pagi terasa dingin.
Sapar
Bulan ini24 Mei sampai 21 Juni 2031
Mangsa Saddha sebulan penuh, pagi terasa dingin.
Mulud
Bulan ini22 Juni sampai 21 Juli 2031
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Bakdamulud
Bulan ini22 Juli sampai 19 Agustus 2031
Mangsa Kasa sampai tanggal 11, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 12, tanah mulai retak.
Jumadilawal
Bulan ini20 Agustus sampai 18 September 2031
Mangsa Karo sampai tanggal 5, tanah mulai retak. Mangsa Katiga tanggal 6 sampai 29, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat di tanggal 30, mata air mulai terisi lagi.
Jumadilakir
Bulan ini19 September sampai 17 Oktober 2031
Mangsa Kapat sampai tanggal 24, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 25, hujan pertama turun.
Rejeb
Bulan ini18 Oktober sampai 16 November 2031
Mangsa Kalima sampai tanggal 22, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 23, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Ruwah
Bulan ini17 November sampai 15 Desember 2031
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Pasa
Bulan ini16 Desember 2031 sampai 14 Januari 2032
Mangsa Kanem sampai tanggal 6, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 7, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sawal
Bulan ini15 Januari sampai 12 Februari 2032
Mangsa Kapitu sampai tanggal 19, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 20, hujan mereda, petir masih sering.
Sela
Bulan ini13 Februari sampai 13 Maret 2032
Mangsa Kawolu sampai tanggal 17, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 18, padi mulai berbunga.
Besar
Bulan ini14 Maret sampai 11 April 2032
Mangsa Kasanga sampai tanggal 12, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 13, padi menguning, kemarau mendekat.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1965 adalah tahun Jimawal, tahun ke-3 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.