Kalender Jawa 1973 Jimawal
Tahun Jawa 1973 Jimawal, 27 Januari 2039 sampai 15 Januari 2040, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini27 Januari sampai 25 Februari 2039
Mangsa Kapitu sampai tanggal 7, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 8, hujan mereda, petir masih sering.
Sapar
Bulan ini26 Februari sampai 26 Maret 2039
Mangsa Kawolu sampai tanggal 3, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga tanggal 4 sampai 28, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa di tanggal 29, padi menguning, kemarau mendekat.
Mulud
Bulan ini27 Maret sampai 25 April 2039
Mangsa Kadasa sampai tanggal 23, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 24, musim panen.
Bakdamulud
Bulan ini26 April sampai 24 Mei 2039
Mangsa Dhesta sampai tanggal 16, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 17, pagi terasa dingin.
Jumadilawal
Bulan ini25 Mei sampai 23 Juni 2039
Mangsa Saddha sampai tanggal 28, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 29, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilakir
Bulan ini24 Juni sampai 22 Juli 2039
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Rejeb
Bulan ini23 Juli sampai 21 Agustus 2039
Mangsa Kasa sampai tanggal 10, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 11, tanah mulai retak.
Ruwah
Bulan ini22 Agustus sampai 19 September 2039
Mangsa Karo sampai tanggal 3, tanah mulai retak. Mangsa Katiga tanggal 4 sampai 27, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 28, mata air mulai terisi lagi.
Pasa
Bulan ini20 September sampai 19 Oktober 2039
Mangsa Kapat sampai tanggal 23, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 24, hujan pertama turun.
Sawal
Bulan ini20 Oktober sampai 17 November 2039
Mangsa Kalima sampai tanggal 20, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 21, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sela
Bulan ini18 November sampai 17 Desember 2039
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Besar
Bulan ini18 Desember 2039 sampai 15 Januari 2040
Mangsa Kanem sampai tanggal 4, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 5, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1973 adalah tahun Jimawal, tahun ke-3 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.