Kalender Jawa 1975 Dal
Tahun Jawa 1975 Dal, 4 Januari 2041 sampai 24 Desember 2041, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini4 Januari sampai 2 Februari 2041
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sapar
Bulan ini3 Februari sampai 3 Maret 2041
Mangsa Kawolu sampai tanggal 26, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 27, padi mulai berbunga.
Mulud
Bulan ini4 Maret sampai 2 April 2041
Mangsa Kasanga sampai tanggal 22, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 23, padi menguning, kemarau mendekat.
Bakdamulud
Bulan ini3 April sampai 1 Mei 2041
Mangsa Kadasa sampai tanggal 16, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 17, musim panen.
Jumadilawal
Bulan ini2 Mei sampai 31 Mei 2041
Mangsa Dhesta sampai tanggal 10, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 11, pagi terasa dingin.
Jumadilakir
Bulan ini1 Juni sampai 29 Juni 2041
Mangsa Saddha sampai tanggal 21, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 22, daun berguguran, kemarau dimulai.
Rejeb
Bulan ini30 Juni sampai 29 Juli 2041
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Ruwah
Bulan ini30 Juli sampai 27 Agustus 2041
Mangsa Kasa sampai tanggal 3, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo tanggal 4 sampai 26, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 27, puncak kemarau, sumur mengering.
Pasa
Bulan ini28 Agustus sampai 26 September 2041
Mangsa Katiga sampai tanggal 21, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 22, mata air mulai terisi lagi.
Sawal
Bulan ini27 September sampai 25 Oktober 2041
Mangsa Kapat sampai tanggal 16, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 17, hujan pertama turun.
Sela
Bulan ini26 Oktober sampai 24 November 2041
Mangsa Kalima sampai tanggal 14, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 15, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Besar
Bulan ini25 November sampai 24 Desember 2041
Mangsa Kanem sampai tanggal 27, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 28, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1975 adalah tahun Dal, tahun ke-5 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.