Kalender Jawa 1932 Ehe
Tahun Jawa 1932 Ehe, 17 April 1999 sampai 5 April 2000, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini17 April sampai 16 Mei 1999
Mangsa Kadasa sampai tanggal 2, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta tanggal 3 sampai 25, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 26, pagi terasa dingin.
Sapar
Bulan ini17 Mei sampai 14 Juni 1999
Mangsa Saddha sebulan penuh, pagi terasa dingin.
Mulud
Bulan ini15 Juni sampai 14 Juli 1999
Mangsa Saddha sampai tanggal 7, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 8, daun berguguran, kemarau dimulai.
Bakdamulud
Bulan ini15 Juli sampai 12 Agustus 1999
Mangsa Kasa sampai tanggal 18, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 19, tanah mulai retak.
Jumadilawal
Bulan ini13 Agustus sampai 11 September 1999
Mangsa Karo sampai tanggal 12, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 13, puncak kemarau, sumur mengering.
Jumadilakir
Bulan ini12 September sampai 10 Oktober 1999
Mangsa Katiga sampai tanggal 6, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 7, mata air mulai terisi lagi.
Rejeb
Bulan ini11 Oktober sampai 9 November 1999
Mangsa Kapat sampai tanggal 2, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima tanggal 3 sampai 29, hujan pertama turun. Mangsa Kanem di tanggal 30, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Ruwah
Bulan ini10 November sampai 8 Desember 1999
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Pasa
Bulan ini9 Desember 1999 sampai 7 Januari 2000
Mangsa Kanem sampai tanggal 13, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 14, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sawal
Bulan ini8 Januari sampai 5 Februari 2000
Mangsa Kapitu sampai tanggal 26, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 27, hujan mereda, petir masih sering.
Sela
Bulan ini6 Februari sampai 6 Maret 2000
Mangsa Kawolu sampai tanggal 24, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 25, padi mulai berbunga.
Besar
Bulan ini7 Maret sampai 5 April 2000
Mangsa Kasanga sampai tanggal 19, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 20, padi menguning, kemarau mendekat.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1932 adalah tahun Ehe, tahun ke-2 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.