Kalender Jawa 1933 Jimawal
Tahun Jawa 1933 Jimawal, 6 April 2000 sampai 25 Maret 2001, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini6 April sampai 5 Mei 2000
Mangsa Kadasa sampai tanggal 13, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 14, musim panen.
Sapar
Bulan ini6 Mei sampai 3 Juni 2000
Mangsa Dhesta sampai tanggal 6, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 7, pagi terasa dingin.
Mulud
Bulan ini4 Juni sampai 3 Juli 2000
Mangsa Saddha sampai tanggal 18, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 19, daun berguguran, kemarau dimulai.
Bakdamulud
Bulan ini4 Juli sampai 1 Agustus 2000
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilawal
Bulan ini2 Agustus sampai 31 Agustus 2000
Mangsa Karo sampai tanggal 23, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 24, puncak kemarau, sumur mengering.
Jumadilakir
Bulan ini1 September sampai 29 September 2000
Mangsa Katiga sampai tanggal 17, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 18, mata air mulai terisi lagi.
Rejeb
Bulan ini30 September sampai 29 Oktober 2000
Mangsa Kapat sampai tanggal 13, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 14, hujan pertama turun.
Ruwah
Bulan ini30 Oktober sampai 27 November 2000
Mangsa Kalima sampai tanggal 10, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 11, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Pasa
Bulan ini28 November sampai 27 Desember 2000
Mangsa Kanem sampai tanggal 24, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 25, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sawal
Bulan ini28 Desember 2000 sampai 25 Januari 2001
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sela
Bulan ini26 Januari sampai 24 Februari 2001
Mangsa Kapitu sampai tanggal 8, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 9, hujan mereda, petir masih sering.
Besar
Bulan ini25 Februari sampai 25 Maret 2001
Mangsa Kawolu sampai tanggal 4, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 5, padi mulai berbunga.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1933 adalah tahun Jimawal, tahun ke-3 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.