Kalender Jawa 1934 Je
Tahun Jawa 1934 Je, 26 Maret 2001 sampai 14 Maret 2002, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini26 Maret sampai 24 April 2001
Mangsa Kadasa sampai tanggal 24, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 25, musim panen.
Sapar
Bulan ini25 April sampai 23 Mei 2001
Mangsa Dhesta sampai tanggal 17, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 18, pagi terasa dingin.
Mulud
Bulan ini24 Mei sampai 22 Juni 2001
Mangsa Saddha sampai tanggal 29, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa di tanggal 30, daun berguguran, kemarau dimulai.
Bakdamulud
Bulan ini23 Juni sampai 21 Juli 2001
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilawal
Bulan ini22 Juli sampai 20 Agustus 2001
Mangsa Kasa sampai tanggal 11, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 12, tanah mulai retak.
Jumadilakir
Bulan ini21 Agustus sampai 18 September 2001
Mangsa Karo sampai tanggal 4, tanah mulai retak. Mangsa Katiga tanggal 5 sampai 28, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat di tanggal 29, mata air mulai terisi lagi.
Rejeb
Bulan ini19 September sampai 18 Oktober 2001
Mangsa Kapat sampai tanggal 24, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 25, hujan pertama turun.
Ruwah
Bulan ini19 Oktober sampai 16 November 2001
Mangsa Kalima sampai tanggal 21, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 22, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Pasa
Bulan ini17 November sampai 16 Desember 2001
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sawal
Bulan ini17 Desember 2001 sampai 14 Januari 2002
Mangsa Kanem sampai tanggal 5, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 6, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sela
Bulan ini15 Januari sampai 13 Februari 2002
Mangsa Kapitu sampai tanggal 19, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 20, hujan mereda, petir masih sering.
Besar
Bulan ini14 Februari sampai 14 Maret 2002
Mangsa Kawolu sampai tanggal 15, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 16, padi mulai berbunga.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1934 adalah tahun Je, tahun ke-4 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.