Kalender Jawa 1947 Alip
Tahun Jawa 1947 Alip, 5 November 2013 sampai 24 Oktober 2014, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini5 November sampai 4 Desember 2013
Mangsa Kalima sampai tanggal 4, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 5, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sapar
Bulan ini5 Desember 2013 sampai 2 Januari 2014
Mangsa Kanem sampai tanggal 17, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 18, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Mulud
Bulan ini3 Januari sampai 1 Februari 2014
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Bakdamulud
Bulan ini2 Februari sampai 2 Maret 2014
Mangsa Kapitu di tanggal 1, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu tanggal 2 sampai 27, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 28, padi mulai berbunga.
Jumadilawal
Bulan ini3 Maret sampai 1 April 2014
Mangsa Kasanga sampai tanggal 23, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 24, padi menguning, kemarau mendekat.
Jumadilakir
Bulan ini2 April sampai 30 April 2014
Mangsa Kadasa sampai tanggal 17, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 18, musim panen.
Rejeb
Bulan ini1 Mei sampai 30 Mei 2014
Mangsa Dhesta sampai tanggal 11, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 12, pagi terasa dingin.
Ruwah
Bulan ini31 Mei sampai 28 Juni 2014
Mangsa Saddha sampai tanggal 22, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 23, daun berguguran, kemarau dimulai.
Pasa
Bulan ini29 Juni sampai 28 Juli 2014
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sawal
Bulan ini29 Juli sampai 26 Agustus 2014
Mangsa Kasa sampai tanggal 4, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo tanggal 5 sampai 27, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 28, puncak kemarau, sumur mengering.
Sela
Bulan ini27 Agustus sampai 25 September 2014
Mangsa Katiga sampai tanggal 22, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 23, mata air mulai terisi lagi.
Besar
Bulan ini26 September sampai 24 Oktober 2014
Mangsa Kapat sampai tanggal 17, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 18, hujan pertama turun.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1947 adalah tahun Alip, tahun ke-1 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.