Kalender Jawa 1948 Ehe
Tahun Jawa 1948 Ehe, 25 Oktober 2014 sampai 14 Oktober 2015, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini25 Oktober sampai 23 November 2014
Mangsa Kalima sampai tanggal 15, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 16, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sapar
Bulan ini24 November sampai 22 Desember 2014
Mangsa Kanem sampai tanggal 28, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu di tanggal 29, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Mulud
Bulan ini23 Desember 2014 sampai 21 Januari 2015
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Bakdamulud
Bulan ini22 Januari sampai 19 Februari 2015
Mangsa Kapitu sampai tanggal 12, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 13, hujan mereda, petir masih sering.
Jumadilawal
Bulan ini20 Februari sampai 21 Maret 2015
Mangsa Kawolu sampai tanggal 9, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 10, padi mulai berbunga.
Jumadilakir
Bulan ini22 Maret sampai 19 April 2015
Mangsa Kasanga sampai tanggal 4, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa tanggal 5 sampai 28, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta di tanggal 29, musim panen.
Rejeb
Bulan ini20 April sampai 19 Mei 2015
Mangsa Dhesta sampai tanggal 22, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 23, pagi terasa dingin.
Ruwah
Bulan ini20 Mei sampai 17 Juni 2015
Mangsa Saddha sebulan penuh, pagi terasa dingin.
Pasa
Bulan ini18 Juni sampai 17 Juli 2015
Mangsa Saddha sampai tanggal 4, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 5, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sawal
Bulan ini18 Juli sampai 15 Agustus 2015
Mangsa Kasa sampai tanggal 15, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 16, tanah mulai retak.
Sela
Bulan ini16 Agustus sampai 14 September 2015
Mangsa Karo sampai tanggal 9, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 10, puncak kemarau, sumur mengering.
Besar
Bulan ini15 September sampai 14 Oktober 2015
Mangsa Katiga sampai tanggal 3, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat tanggal 4 sampai 28, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 29, hujan pertama turun.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1948 adalah tahun Ehe, tahun ke-2 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.