Kalender Jawa 1949 Jimawal
Tahun Jawa 1949 Jimawal, 15 Oktober 2015 sampai 2 Oktober 2016, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini15 Oktober sampai 13 November 2015
Mangsa Kalima sampai tanggal 25, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 26, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sapar
Bulan ini14 November sampai 12 Desember 2015
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Mulud
Bulan ini13 Desember 2015 sampai 11 Januari 2016
Mangsa Kanem sampai tanggal 9, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 10, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Bakdamulud
Bulan ini12 Januari sampai 9 Februari 2016
Mangsa Kapitu sampai tanggal 22, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 23, hujan mereda, petir masih sering.
Jumadilawal
Bulan ini10 Februari sampai 10 Maret 2016
Mangsa Kawolu sampai tanggal 20, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 21, padi mulai berbunga.
Jumadilakir
Bulan ini11 Maret sampai 8 April 2016
Mangsa Kasanga sampai tanggal 15, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 16, padi menguning, kemarau mendekat.
Rejeb
Bulan ini9 April sampai 8 Mei 2016
Mangsa Kadasa sampai tanggal 10, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 11, musim panen.
Ruwah
Bulan ini9 Mei sampai 6 Juni 2016
Mangsa Dhesta sampai tanggal 3, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 4, pagi terasa dingin.
Pasa
Bulan ini7 Juni sampai 6 Juli 2016
Mangsa Saddha sampai tanggal 15, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 16, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sawal
Bulan ini7 Juli sampai 4 Agustus 2016
Mangsa Kasa sampai tanggal 26, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 27, tanah mulai retak.
Sela
Bulan ini5 Agustus sampai 3 September 2016
Mangsa Karo sampai tanggal 20, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 21, puncak kemarau, sumur mengering.
Besar
Bulan ini4 September sampai 2 Oktober 2016
Mangsa Katiga sampai tanggal 14, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 15, mata air mulai terisi lagi.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1949 adalah tahun Jimawal, tahun ke-3 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.