Kalender Jawa 1969 Wawu
Tahun Jawa 1969 Wawu, 11 Maret 2035 sampai 27 Februari 2036, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini11 Maret sampai 9 April 2035
Mangsa Kasanga sampai tanggal 15, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 16, padi menguning, kemarau mendekat.
Sapar
Bulan ini10 April sampai 8 Mei 2035
Mangsa Kadasa sampai tanggal 9, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 10, musim panen.
Mulud
Bulan ini9 Mei sampai 7 Juni 2035
Mangsa Dhesta sampai tanggal 3, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 4, pagi terasa dingin.
Bakdamulud
Bulan ini8 Juni sampai 6 Juli 2035
Mangsa Saddha sampai tanggal 14, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 15, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilawal
Bulan ini7 Juli sampai 5 Agustus 2035
Mangsa Kasa sampai tanggal 26, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 27, tanah mulai retak.
Jumadilakir
Bulan ini6 Agustus sampai 3 September 2035
Mangsa Karo sampai tanggal 19, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 20, puncak kemarau, sumur mengering.
Rejeb
Bulan ini4 September sampai 3 Oktober 2035
Mangsa Katiga sampai tanggal 14, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 15, mata air mulai terisi lagi.
Ruwah
Bulan ini4 Oktober sampai 1 November 2035
Mangsa Kapat sampai tanggal 9, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 10, hujan pertama turun.
Pasa
Bulan ini2 November sampai 1 Desember 2035
Mangsa Kalima sampai tanggal 7, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 8, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sawal
Bulan ini2 Desember sampai 30 Desember 2035
Mangsa Kanem sampai tanggal 20, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 21, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sela
Bulan ini31 Desember 2035 sampai 29 Januari 2036
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Besar
Bulan ini30 Januari sampai 27 Februari 2036
Mangsa Kapitu sampai tanggal 4, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 5, hujan mereda, petir masih sering.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1969 adalah tahun Wawu, tahun ke-7 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.