Kalender Jawa 1970 Jimakir
Tahun Jawa 1970 Jimakir, 28 Februari 2036 sampai 16 Februari 2037, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini28 Februari sampai 28 Maret 2036
Mangsa Kawolu sampai tanggal 2, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga tanggal 3 sampai 27, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 28, padi menguning, kemarau mendekat.
Sapar
Bulan ini29 Maret sampai 26 April 2036
Mangsa Kadasa sampai tanggal 21, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 22, musim panen.
Mulud
Bulan ini27 April sampai 26 Mei 2036
Mangsa Dhesta sampai tanggal 15, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 16, pagi terasa dingin.
Bakdamulud
Bulan ini27 Mei sampai 24 Juni 2036
Mangsa Saddha sampai tanggal 26, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 27, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilawal
Bulan ini25 Juni sampai 24 Juli 2036
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilakir
Bulan ini25 Juli sampai 22 Agustus 2036
Mangsa Kasa sampai tanggal 8, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 9, tanah mulai retak.
Rejeb
Bulan ini23 Agustus sampai 21 September 2036
Mangsa Karo sampai tanggal 2, tanah mulai retak. Mangsa Katiga tanggal 3 sampai 26, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 27, mata air mulai terisi lagi.
Ruwah
Bulan ini22 September sampai 20 Oktober 2036
Mangsa Kapat sampai tanggal 21, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 22, hujan pertama turun.
Pasa
Bulan ini21 Oktober sampai 19 November 2036
Mangsa Kalima sampai tanggal 19, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 20, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sawal
Bulan ini20 November sampai 18 Desember 2036
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sela
Bulan ini19 Desember 2036 sampai 17 Januari 2037
Mangsa Kanem sampai tanggal 3, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 4, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Besar
Bulan ini18 Januari sampai 16 Februari 2037
Mangsa Kapitu sampai tanggal 16, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 17, hujan mereda, petir masih sering.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1970 adalah tahun Jimakir, tahun ke-8 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.