Kalender Jawa 1978 Jimakir
Tahun Jawa 1978 Jimakir, 3 Desember 2043 sampai 21 November 2044, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini3 Desember 2043 sampai 1 Januari 2044
Mangsa Kanem sampai tanggal 19, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 20, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Sapar
Bulan ini2 Januari sampai 30 Januari 2044
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Mulud
Bulan ini31 Januari sampai 29 Februari 2044
Mangsa Kapitu sampai tanggal 3, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 4, hujan mereda, petir masih sering.
Bakdamulud
Bulan ini1 Maret sampai 29 Maret 2044
Mangsa Kasanga sampai tanggal 25, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 26, padi menguning, kemarau mendekat.
Jumadilawal
Bulan ini30 Maret sampai 28 April 2044
Mangsa Kadasa sampai tanggal 20, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 21, musim panen.
Jumadilakir
Bulan ini29 April sampai 27 Mei 2044
Mangsa Dhesta sampai tanggal 13, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 14, pagi terasa dingin.
Rejeb
Bulan ini28 Mei sampai 26 Juni 2044
Mangsa Saddha sampai tanggal 25, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 26, daun berguguran, kemarau dimulai.
Ruwah
Bulan ini27 Juni sampai 25 Juli 2044
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Pasa
Bulan ini26 Juli sampai 24 Agustus 2044
Mangsa Kasa sampai tanggal 7, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 8, tanah mulai retak.
Sawal
Bulan ini25 Agustus sampai 22 September 2044
Mangsa Katiga sampai tanggal 24, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 25, mata air mulai terisi lagi.
Sela
Bulan ini23 September sampai 22 Oktober 2044
Mangsa Kapat sampai tanggal 20, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 21, hujan pertama turun.
Besar
Bulan ini23 Oktober sampai 21 November 2044
Mangsa Kalima sampai tanggal 17, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 18, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1978 adalah tahun Jimakir, tahun ke-8 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.