Kalender Jawa 1985 Wawu
Tahun Jawa 1985 Wawu, 18 September 2050 sampai 6 September 2051, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini18 September sampai 17 Oktober 2050
Mangsa Kapat sampai tanggal 25, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 26, hujan pertama turun.
Sapar
Bulan ini18 Oktober sampai 15 November 2050
Mangsa Kalima sampai tanggal 22, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 23, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Mulud
Bulan ini16 November sampai 15 Desember 2050
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Bakdamulud
Bulan ini16 Desember 2050 sampai 13 Januari 2051
Mangsa Kanem sampai tanggal 6, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 7, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Jumadilawal
Bulan ini14 Januari sampai 12 Februari 2051
Mangsa Kapitu sampai tanggal 20, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 21, hujan mereda, petir masih sering.
Jumadilakir
Bulan ini13 Februari sampai 13 Maret 2051
Mangsa Kawolu sampai tanggal 16, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 17, padi mulai berbunga.
Rejeb
Bulan ini14 Maret sampai 12 April 2051
Mangsa Kasanga sampai tanggal 12, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 13, padi menguning, kemarau mendekat.
Ruwah
Bulan ini13 April sampai 11 Mei 2051
Mangsa Kadasa sampai tanggal 6, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 7, musim panen.
Pasa
Bulan ini12 Mei sampai 10 Juni 2051
Mangsa Saddha sebulan penuh, pagi terasa dingin.
Sawal
Bulan ini11 Juni sampai 9 Juli 2051
Mangsa Saddha sampai tanggal 11, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 12, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sela
Bulan ini10 Juli sampai 8 Agustus 2051
Mangsa Kasa sampai tanggal 23, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 24, tanah mulai retak.
Besar
Bulan ini9 Agustus sampai 6 September 2051
Mangsa Karo sampai tanggal 16, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 17, puncak kemarau, sumur mengering.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1985 adalah tahun Wawu, tahun ke-7 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.