Kalender Jawa 1983 Dal
Tahun Jawa 1983 Dal, 9 Oktober 2048 sampai 28 September 2049, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini9 Oktober sampai 7 November 2048
Mangsa Kapat sampai tanggal 4, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 5, hujan pertama turun.
Sapar
Bulan ini8 November sampai 6 Desember 2048
Mangsa Kalima di tanggal 1, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 2, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Mulud
Bulan ini7 Desember 2048 sampai 5 Januari 2049
Mangsa Kanem sampai tanggal 15, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 16, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Bakdamulud
Bulan ini6 Januari sampai 3 Februari 2049
Mangsa Kapitu sampai tanggal 28, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu di tanggal 29, hujan mereda, petir masih sering.
Jumadilawal
Bulan ini4 Februari sampai 5 Maret 2049
Mangsa Kawolu sampai tanggal 25, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 26, padi mulai berbunga.
Jumadilakir
Bulan ini6 Maret sampai 3 April 2049
Mangsa Kasanga sampai tanggal 20, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 21, padi menguning, kemarau mendekat.
Rejeb
Bulan ini4 April sampai 3 Mei 2049
Mangsa Kadasa sampai tanggal 15, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 16, musim panen.
Ruwah
Bulan ini4 Mei sampai 1 Juni 2049
Mangsa Dhesta sampai tanggal 8, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 9, pagi terasa dingin.
Pasa
Bulan ini2 Juni sampai 1 Juli 2049
Mangsa Saddha sampai tanggal 20, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 21, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sawal
Bulan ini2 Juli sampai 30 Juli 2049
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sela
Bulan ini31 Juli sampai 29 Agustus 2049
Mangsa Kasa sampai tanggal 2, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo tanggal 3 sampai 25, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 26, puncak kemarau, sumur mengering.
Besar
Bulan ini30 Agustus sampai 28 September 2049
Mangsa Katiga sampai tanggal 19, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 20, mata air mulai terisi lagi.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1983 adalah tahun Dal, tahun ke-5 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.