Kalender Jawa 1984 Be
Tahun Jawa 1984 Be, 29 September 2049 sampai 17 September 2050, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini29 September sampai 28 Oktober 2049
Mangsa Kapat sampai tanggal 14, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 15, hujan pertama turun.
Sapar
Bulan ini29 Oktober sampai 26 November 2049
Mangsa Kalima sampai tanggal 11, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 12, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Mulud
Bulan ini27 November sampai 26 Desember 2049
Mangsa Kanem sampai tanggal 25, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 26, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Bakdamulud
Bulan ini27 Desember 2049 sampai 24 Januari 2050
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Jumadilawal
Bulan ini25 Januari sampai 23 Februari 2050
Mangsa Kapitu sampai tanggal 9, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 10, hujan mereda, petir masih sering.
Jumadilakir
Bulan ini24 Februari sampai 24 Maret 2050
Mangsa Kawolu sampai tanggal 5, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 6, padi mulai berbunga.
Rejeb
Bulan ini25 Maret sampai 23 April 2050
Mangsa Kasanga di tanggal 1, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa tanggal 2 sampai 25, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 26, musim panen.
Ruwah
Bulan ini24 April sampai 22 Mei 2050
Mangsa Dhesta sampai tanggal 18, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 19, pagi terasa dingin.
Pasa
Bulan ini23 Mei sampai 21 Juni 2050
Mangsa Saddha sebulan penuh, pagi terasa dingin.
Sawal
Bulan ini22 Juni sampai 20 Juli 2050
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Sela
Bulan ini21 Juli sampai 19 Agustus 2050
Mangsa Kasa sampai tanggal 12, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 13, tanah mulai retak.
Besar
Bulan ini20 Agustus sampai 17 September 2050
Mangsa Karo sampai tanggal 5, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 6, puncak kemarau, sumur mengering.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1984 adalah tahun Be, tahun ke-6 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.