Kalender Jawa 1939 Alip
Tahun Jawa 1939 Alip, 31 Januari 2006 sampai 19 Januari 2007, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini31 Januari sampai 1 Maret 2006
Mangsa Kapitu sampai tanggal 3, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu tanggal 4 sampai 29, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga di tanggal 30, padi mulai berbunga.
Sapar
Bulan ini2 Maret sampai 30 Maret 2006
Mangsa Kasanga sampai tanggal 24, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 25, padi menguning, kemarau mendekat.
Mulud
Bulan ini31 Maret sampai 29 April 2006
Mangsa Kadasa sampai tanggal 19, padi menguning, kemarau mendekat. Mangsa Dhesta mulai tanggal 20, musim panen.
Bakdamulud
Bulan ini30 April sampai 28 Mei 2006
Mangsa Dhesta sampai tanggal 12, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 13, pagi terasa dingin.
Jumadilawal
Bulan ini29 Mei sampai 27 Juni 2006
Mangsa Saddha sampai tanggal 24, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 25, daun berguguran, kemarau dimulai.
Jumadilakir
Bulan ini28 Juni sampai 26 Juli 2006
Mangsa Kasa sebulan penuh, daun berguguran, kemarau dimulai.
Rejeb
Bulan ini27 Juli sampai 25 Agustus 2006
Mangsa Kasa sampai tanggal 6, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo tanggal 7 sampai 29, tanah mulai retak. Mangsa Katiga di tanggal 30, puncak kemarau, sumur mengering.
Ruwah
Bulan ini26 Agustus sampai 23 September 2006
Mangsa Katiga sampai tanggal 23, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 24, mata air mulai terisi lagi.
Pasa
Bulan ini24 September sampai 23 Oktober 2006
Mangsa Kapat sampai tanggal 19, mata air mulai terisi lagi. Mangsa Kalima mulai tanggal 20, hujan pertama turun.
Sawal
Bulan ini24 Oktober sampai 21 November 2006
Mangsa Kalima sampai tanggal 16, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 17, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sela
Bulan ini22 November sampai 21 Desember 2006
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Besar
Bulan ini22 Desember 2006 sampai 19 Januari 2007
Mangsa Kapitu sebulan penuh, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1939 adalah tahun Alip, tahun ke-1 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.