Kalender Jawa 1940 Ehe
Tahun Jawa 1940 Ehe, 20 Januari 2007 sampai 9 Januari 2008, disusun per bulan Jawa. Tiap hari dengan pasaran dan tanggal Masehinya.
- Hari ini
- Awal bulan Masehi
- Awal mangsa
- Rasi dilihat jam 7 malam dari Yogyakarta.
Sura
Bulan ini20 Januari sampai 18 Februari 2007
Mangsa Kapitu sampai tanggal 14, hujan deras terus-menerus, rawan banjir. Mangsa Kawolu mulai tanggal 15, hujan mereda, petir masih sering.
Sapar
Bulan ini19 Februari sampai 19 Maret 2007
Mangsa Kawolu sampai tanggal 10, hujan mereda, petir masih sering. Mangsa Kasanga mulai tanggal 11, padi mulai berbunga.
Mulud
Bulan ini20 Maret sampai 18 April 2007
Mangsa Kasanga sampai tanggal 6, padi mulai berbunga. Mangsa Kadasa mulai tanggal 7, padi menguning, kemarau mendekat.
Bakdamulud
Bulan ini19 April sampai 17 Mei 2007
Mangsa Dhesta sampai tanggal 23, musim panen. Mangsa Saddha mulai tanggal 24, pagi terasa dingin.
Jumadilawal
Bulan ini18 Mei sampai 16 Juni 2007
Mangsa Saddha sebulan penuh, pagi terasa dingin.
Jumadilakir
Bulan ini17 Juni sampai 15 Juli 2007
Mangsa Saddha sampai tanggal 5, pagi terasa dingin. Mangsa Kasa mulai tanggal 6, daun berguguran, kemarau dimulai.
Rejeb
Bulan ini16 Juli sampai 14 Agustus 2007
Mangsa Kasa sampai tanggal 17, daun berguguran, kemarau dimulai. Mangsa Karo mulai tanggal 18, tanah mulai retak.
Ruwah
Bulan ini15 Agustus sampai 12 September 2007
Mangsa Karo sampai tanggal 10, tanah mulai retak. Mangsa Katiga mulai tanggal 11, puncak kemarau, sumur mengering.
Pasa
Bulan ini13 September sampai 12 Oktober 2007
Mangsa Katiga sampai tanggal 5, puncak kemarau, sumur mengering. Mangsa Kapat mulai tanggal 6, mata air mulai terisi lagi.
Sawal
Bulan ini13 Oktober sampai 10 November 2007
Mangsa Kalima sampai tanggal 27, hujan pertama turun. Mangsa Kanem mulai tanggal 28, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Sela
Bulan ini11 November sampai 10 Desember 2007
Mangsa Kanem sebulan penuh, hujan makin sering, buah-buahan masak.
Besar
Bulan ini11 Desember 2007 sampai 9 Januari 2008
Mangsa Kanem sampai tanggal 11, hujan makin sering, buah-buahan masak. Mangsa Kapitu mulai tanggal 12, hujan deras terus-menerus, rawan banjir.
Tentang kalender Jawa
Kalender Jawa yang dipakai sekarang ditetapkan Sultan Agung pada 1633. Bulannya mengikuti bulan di langit seperti kalender Hijriah, tapi panjangnya tetap, 30 dan 29 hari bergantian, dalam siklus delapan tahun yang disebut windu. Tiap tahun dalam windu punya nama: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. 1940 adalah tahun Ehe, tahun ke-2 dalam windu.
Karena hitungannya tetap, tanggal Jawa kadang beda sehari dari tanggal Hijriah. Tanggalnya dihitung dengan aturan kurup Asapon yang berlaku sejak 1936, dan sama dengan tanggal Jawa di Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama.
Weton itu gabungan hari dalam sepekan dengan pasaran, pekan lima hari dalam kalender Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Angka besar di tiap kotak adalah tanggal Jawa, angka kecil di kanannya tanggal Masehi, dan pasarannya ditulis di bawah, jadi weton tiap hari bisa dibaca langsung. Pasaran dihitung dari 17 Agustus 1945, hari Proklamasi, yang jatuh pada Jumat Legi.
Pranata mangsa membagi setahun jadi dua belas musim, dari Kasa yang mulai 22 Juni sampai Saddha yang berakhir 21 Juni. Petani Jawa memakainya untuk tahu kapan menanam dan kapan panen, dan Keraton Surakarta membakukannya di masa Pakubuwono VII. Tanggalnya tetap tiap tahun, hanya Kawolu yang dapat satu hari tambahan di tahun kabisat. Di bawah langit tiap bulan tertulis mangsa yang dilewati bulan itu dan tandanya, dan titik kecil menandai hari mangsa baru dimulai.
Rasi tiap bulan
Tiap bulan dapat satu rasi yang sedang tinggi di langit jam 7 malam, waktu langit baru gelap dan orang masih di luar. Posisinya dihitung untuk tanggal 15, dari kota Anda kalau bisa ditebak, atau dari Yogyakarta kalau tidak.
Bentuk rasinya digambar dari posisi bintang asli di Yale Bright Star Catalog, lewat data d3-celestial. Garis penghubungnya mengikuti gambar rasi yang lazim dipakai di peta bintang.